FKDT JAWA BARAT MENGGELAR KEGIATAN JIRAYAH (NGAJI RAMADHAN DINIYAH) RAMADHAN 1447 H, DALAM RANGKA SILATURAHIM UNTUK PERKUAT PERAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH

Image Sample

Bandung, 5 Maret 2026 – Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan JIRAYAH (Ngaji Ramadhan Diniyah) pada Kamis (05/03/2026), bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting tersebut berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Peserta kegiatan terdiri dari jajaran Dewan Pengurus Cabang (DPC) FKDT kabupaten/kota, Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) FKDT kecamatan, para kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah, serta guru-guru MDT dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Selain menjadi forum pengajian Ramadhan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pengurus dan pengelola madrasah diniyah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

Program JIRAYAH Ramadhan merupakan salah satu agenda pembinaan spiritual yang secara rutin dilaksanakan oleh FKDT setiap bulan Ramadhan. Melalui kegiatan ini, FKDT berupaya menghadirkan ruang penguatan nilai-nilai keagamaan, sekaligus menjadi media komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi antar pengurus FKDT di berbagai tingkatan.

Pada pelaksanaan kegiatan tersebut, DPC FKDT Kabupaten Sukabumi mendapat amanah untuk turut berperan aktif dalam rangkaian acara. H. Isman Indosopa bertugas sebagai host yang memandu jalannya kegiatan, sementara Erid Ridilah (guru MDTU Nurul Amal Cicurug) tampil sebagai qori yang membuka acara dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Adapun tausiyah Ramadhan disampaikan oleh KH. Abdullah, yang memberikan nasihat dan motivasi spiritual kepada para peserta yang mengikuti kegiatan secara daring.

Kegiatan JIRAYAH secara resmi dibuka oleh pengurus DPW FKDT Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi, KH. Abdul Wahid Al-Qudsi, S.Pd., M.Pd., MH., S.Tb. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya perlindungan hukum serta pendampingan bagi para guru Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir terdapat sejumlah kasus yang menimpa guru madrasah diniyah yang harus berhadapan dengan persoalan hukum akibat upaya pendisiplinan terhadap peserta didik. Tidak jarang, tindakan yang dilakukan guru dalam rangka mendidik justru berujung pada laporan dari orang tua siswa atau pihak lain.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi perhatian serius FKDT agar para guru Madrasah Diniyah tidak merasa sendiri ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan tugas pendidikan. FKDT berkomitmen untuk memberikan dukungan, advokasi, serta pendampingan hukum agar para guru tetap dapat menjalankan perannya secara profesional dan bermartabat.

Guru Madrasah Diniyah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Oleh karena itu, FKDT hadir untuk memberikan advokasi dan perlindungan agar para guru dapat menjalankan tugas pendidikan dengan aman, tenang, dan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) FKDT, H. Asep Ely Gunawan, S.Pd.I., M.Ag., turut memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah merupakan bagian penting dari sistem pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, Madrasah Diniyah Takmiliyah telah lama menjadi lembaga pendidikan yang berperan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, membentuk akhlak generasi muda, serta memperkuat fondasi moral masyarakat.

Ia juga menambahkan bahwa FKDT sebagai organisasi yang menaungi madrasah diniyah terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan MDT, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait.

Madrasah Diniyah Takmiliyah merupakan pilar penting dalam pendidikan keagamaan masyarakat. Melalui FKDT, kita bersama-sama menguatkan peran madrasah diniyah dalam membangun generasi yang religius, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas di masa depan,” ujarnya.

Dalam tausiyah Ramadhan yang disampaikannya, KH. Abdullah mengingatkan pentingnya peran pendidikan diniyah dalam menjaga kualitas generasi umat. Ia menekankan agar para pendidik tidak sampai meninggalkan generasi yang lemah, baik dalam aspek keimanan maupun akhlak.

Ia mengutip pesan Al-Qur’an agar umat Islam tidak meninggalkan keturunan yang lemah, baik lemah dalam iman, tauhid, amal ibadah, maupun nilai-nilai ihsan dalam kehidupan.

Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah. Lemah imannya, lemah tauhidnya, lemah amalnya, dan lemah ihsannya. Karena itu pendidikan diniyah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi yang kuat secara spiritual dan moral,” pesannya.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan penguatan wawasan keagamaan, kegiatan JIRAYAH Ramadhan juga diharapkan mampu meningkatkan semangat pengabdian para pengelola dan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam mendidik generasi muda.

Melalui forum ini, DPW FKDT Jawa Barat berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antar pengurus FKDT di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan dalam mengembangkan peran Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang berkontribusi besar bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme dari para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara secara daring. Mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan para tokoh FKDT, hingga tausiyah Ramadhan yang memberikan pencerahan serta motivasi bagi para peserta untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian di bidang pendidikan keagamaan.

Dengan terselenggaranya kegiatan JIRAYAH Ramadhan ini, FKDT Jawa Barat berharap Madrasah Diniyah Takmiliyah semakin kokoh dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.

Kontributor : Irvan Ramdhani